Katolik dan Lutheran, Lebih Bersatu bukan Terpisah

foto dari lutheranworld.com
foto dari lutheranworld.com

SINODEGKI.ORG – Paus Fransiskus bersama Sekretaris Jenderal Federasi Lutheran Dunia (LWF), Bishop Munib Younan, dan Pdt. Martin Junge melayankan ibadah peringatan Reformasi yang terjadi tahun 1517.

500 jemaat memenuhi Lund Chatedral, dimana mereka mendengarkan khotbah bersama oleh Paus Fransiskus dan Bishop Younan dalam bahasa Spanyol.

“Sebagai Katolik dan Lutheran, kami menjalankan langkah rekonsiliasi, hari ini dalam peringatan akan reformasi, kami mengambil sebuah peluang baru untuk menerima sebuah jalan bersama,” ujar Paus Fransiskus.

Paus mengingatkan agar Katolik dan Lutheran tidak menyerah dalam perpisahan dan jarak, seperti yang terjadi sekarang. Paus mengajak untuk melangkah melewati semua perbedaan yang ada, dan belajar untuk saling memahami satu sama lain.

“Kita harus mengucap syukur bahwa reformasi telah menempatkan Firman Allah sebagai sentral dari kehidupan gereja,” tambah Paus.

Sekjen LWF mengajak Katolik dan Lutheran untuk melangkah melampaui konflik dan perpisahan yang selama ini sudah terjadi.

“Kita satu dalam baptisan. Karena itulah saat ini kita ada bersama-sama. Untuk memahami siapa kita dalam Kristus,” ujar Pdt. Junge.

Dengan tema ”Dari konflik ke Komuni – Bersama dalam Pengharapan”, kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan bersama Katolik dan Lutheran yang sudah berjalan selama 50 tahun.

“dalam perjalanan ini, pemahaman bersama dan kepercayaan telah bertumbuh,” tambah Younan.

Tepuk tangan spontan dari jemaat terdengar setelah Paus Fransiskus dan Bishop Younan kemudian menandatangani pernyataan bersama antara Katolik dan Lutheran untuk secara lebih mendalam membangun komuni dan mengusahakan keadilan.

“Sejarah memang tidak dapat diubah, tetapi apa yang diingat dan bagaimana mengingatkan dapat diubah. Kami berdoa supaya terjadi pemulihan dari luka-luka dan ingatan-ingatan yang menghalangi kami memamdang yang lain dengan baik. Kami secara emati menolak segala kebencian dan kekerasan, yang pernah dan sedang terjadi, khususnya yang diekspresikan atas nama agama,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Acara ini dihadiri juga oleh perwakilan dari Dewan Gereja Dunia.  “Kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh keluarga ekumenical, dan menunjukkan bahwa ada langkah yang dapat diambil untuk menjadi inspirasi bagi yang lain,” ujar Pdt. Olav Fykse Tveit, Sekjen WCC.

Ibadah di Lund Katedral ini dilanjutkan dengan kegiatan bersama di Malmo Arena, dimana Paus Fransiskus dan Bishop Younan memberikan respon terhadap isu-isu keadilan dari berbagai negara seperti: Burundi, Colombia, India, Sudan Selatan, dan Siria. Dan dalam kegiatan itu juga ditandatangani kesepahaman antar dua organisasi untuk meningkatkan kerjasama demi kemanusiaan. (oikumene.org/spw)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *