Refleksi Harian 4 Maret 2015

Kehormatan Manusia vs Kehormatan Allah (Yohanes 12:36-43)

Sebagaimana terang memberikan pertolongan dalam perjalanan yang gelap, demikianlah Kristus menolong setiap orang dalam meniti langkah hidup. Kristus menunjukkan kebenaran yang berujung pada damai sejahtera yang bersumber dari Allah.

Pengikut Kristus yang berjalan dalam terang-Nya, diutus untuk memancarkan juga cahaya kasih-Nya kepada sesama yang hidup dalam gelap. Tugas ini tidak mudah. Acap kali orang lebih memilih berjalan dalam kegelapan. Kristus pun mengingatkan tentang kecenderungan penolakan itu. Tetapi tugas itu tidak boleh berhenti. Pengikut Kristus diutus untuk tetap setia memancarkan terang kasih-Nya.

Apa sebab orang menolak kasih Kristus? Kekerasan hati. Teguh pada pendirian, tetapi pendirian yang menyesatkan dan dipenuhi pementingan diri sendiri. Itulah biang dosa. Pementingan diri sendiri. Dalam hidup bersama dengan orang lain, sikap mencari muka dan lebih suka mendapat pujian manusia dari pada mendapatkan penghargaan dari Allah, adalah tanda-tanda dari orang yang memilih hidup dalam kegelapan. Ini adalah pilihan yang mematikan, yang harus dijauhi oleh orang-orang yang telah mendengar dan menerima Injil Kristus bukan?

Refleksi:

  1. Bagaimana sikap Anda saat melihat orang yang menukar kebenaran demi kesenangan diri sendiri?
  2. Apa yang Anda dapatkan saat Kristus menerangi jalan kehidupan Anda?
  3. Apa beda solidaritas dengan barbarisme menurut Anda?

(EE)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *