Refleksi Harian 5 Mei 2015

Kebijaksanaan Yang Dari Surga

Yakobus 3:17-18

Pandai dan cerdas tetapi keblinger. Istilah ini ditujukan bagi orang yang cerdas, tetapi justru kecerdasannya tidak memberikan manfaat kepada orang lain, melainkan membawa petaka bagi sesama. Kecerdasan semacam itu tidak pernah boleh dibanggakan. Sebab, apalah artinya kepandaian dan kelebihan, jika pada akhirnya tidak berbuahkan kepada kebenaran dan kebaikan bagi banyak orang?

Yakobus menjumpai ada orang yang bijaksana dan berbudi, tetapi diikuti dengan kecemburuan, sakit hati dan mementingkan diri sendiri. Terhadap sikap orang yang seperti itu, Yakobus dengan tegas mengatakan bahwa kebijaksanaan yang seperti itu bukanlah kebijaksanaan yang dari surga, tetapi dari nafsu manusia dan dari setan-setan!

Sebaliknya, kebijaksanaan yang berasal dari atas: pertama-tama sekali murni, kemudian suka berdamai, peramah, dan penurut. Ia penuh dengan belas kasihan dan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Ia tidak memihak dan tidak berpura-pura. (Yak. 3:17 menurut Alkitab dalam terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *