Staff WCC ikuti Lomba Lari sebagai Ziarah

SINODEGKI.ORG – Rekan kerja, teman-teman, wajah-wajah gembira dan sebuah semangat persahabatan yang kuat menjadi tema, bersamaan dengan kelompok yang terdiri dari 15 orang staf Dewan Gereja Sedunia (WCC),”Ziarah untuk Keadilan dan Kedamaian” termasuk di dalamnya Sekretaris Jenderal WCC, Pdt. Dr. Olav Fykse Tveit. Mereka ikut dalam perlombaan Escalade di Jenewa pada 3 Desember lalu.

Perlombaan ini adalah perlombaan lari Escalade yang kstaff-wcc-ikuti-lomba-escalade-di-genewa-oikoumene-orge-39 di Jenewa, meliputi jarak 5 kilometer di dalam dan keliling kota tua Jenewa, dan untuk pertama kali para peziarah ini mengikuti perlombaan ini, mengenakan kaos yang bertuliskan apa yang gereja diseluruh dunia lakukan untuk keadilan dan kedamaian.

Dr. Ani Ghazaryan Drissi, eksekutif WCC, adalah salah satu orang yang mendorong untuk mengikuti perlombaan ini.

“Ketika WCC hadir di Jenewa, mewakili gereja-gereja di seluruh dunia, saya yakin adalah penting untuk terlihat dalam kegiatan-kegiatan lokal disini, untuk memastikan bahwa gereja secara luas hadir secara nyata di kota internasional ini,” ujar Drissi.

“Saat peziarah berjalan menuju keadilan dan kedamaian, penting untuk menyampaikan pesan, menunjukkan kepada orang bahwa kita semua selalu bersama, berjalan bersama. Dan ketika staf WCC mengikuti kegiatan ini, ini juga kesempatan yang tepat, untuk kebersamaan, berlari, berjalan, dan merasakan bahwa kita adalah sesama peziatah,” tambah Drissi.

Manoj Kurian, koordinator bidang oikumene menambahkan: “Hidup itu sendiri merupakan peziarahan. Dan dalam peziarahan keadilan dan kedamaian, kadang-kadang ada waktu dimana kita harus bekerjasama dalam kesatuan, dan secara fisik kita harus maksimal, karena kita punya tujuan untuk dunia yang lebih baik.”

“Dengan kita mengikuti perlombaan ini, sebagai komunitas kita tetap berpikir akan peziarah kita menuju keadilan dan kedamaian. Peziarahan kita berarti disiplin, solidaritas, dan keteguhan. Seperti perjalanan Yesus di dunia, baik spritual maupun fisik, peziarah kita pun juga bersifat spiritual dan fisik,” ujar Kurian. (oikoumene.org/spw)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *