Tegar dalam Tuhan

Yes. 59:1-15; 2 Tes. 1:3-12

Penderitaan. Dari mana asalnya? Bukankah dosa mengakibatkan segala penderitaan?
Ketika ada banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh manusia karena dirinya dikuasai dosa, bukankah itu akan mengakibatkan pendeitaan juga?
Bagaimana dengan orang beriman. Kita sudah berusaha hidup kudus dan benar, namun masih saja seringkali hidup kita mengalami penderitaan karena berbagai ketamakan. Bagaimana kita, orang beriman menjalaninya? Apakah kita akan menyalahkan orang lain? Menyalahkan diri sendiri? Menyalahkan keadaan? Menyalahkan Tuhan?
Tentu yang pertama-tama perlu kita lakukan adalah menyadari keberadaan kita sebagai orang beriman, bahwa imanlah yang menguatkan dan mengokohkan kita. Kuat bertahan sebagai orang beriman, itulah pujian Paulus kepada jemaat Tesalonika;

2 Tesalonika 1:3-4 (TB) Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,
sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:

Oleh karena itu, dalam segala yang kita alami, ingatlah selalu:

Yesaya 59:1-2 (TB) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Kuatkanlah dan teguhkan hatimu!

Pdt. Agus Wijaya

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *