Amarah VS Berdiam Diri

Amarah VS Berdiam Diri

Pengkhotbah 10:4

Dalam situasi tertentu, secara khusus ketika berhadapan dengan penguasa yang gampang naik pitam dan yang tak segan-segan menggunakan kekerasan, terkadang berdiam diri menerima kemarahan adalah sikap yang bijak. Sebab melawan, entah dengan cara apapun, hanya akan memberi bahan bakar bagi emosinya untuk semakin meluap, dan memberi dia alasan untuk melakukan kekerasan. Sebaliknya, berdiam diri dan menghadapi dengan sabar kemarahannya akan mempercepat kesurutan amarahnya. Tinggal menunggu sampai ia lelah dalam amarahnya dan lalu diam. Maka, seperti kata sang Pengkhotbah: ‘Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar’ (Pkh. 10:4)

Pdt. Arliyanus Larosa

 

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *