Fokus Pada Kemuliaan yang Tuhan Sediakan

Memusatkan hidup atau memberi prioritas nomor wahid untuk mengerjakan hal-hal yang bernilai di hadapan Allah ternyata tidak mudah. Ini memerlukan konsistensi yang tinggi karena hal-hal lain yang menyenangkan akan terus menggoda dengan kencang; memerlukan keberanian karena orang-orang yang berlaku jahat akan menentang dengan keras; memerlukan kesabaran karena hasilnya seringkali tidak segera terlihat; memerlukan kemampuan komunikasi dan menyaji yang kreatif agar dapat bersaing dengan aneka tawaran dunia yang hampir selalu tersaji dengan menarik.

Kalau mata dan hati terpusat pada godaan, tantangan, rentang waktu yang panjang, dan tawaran dunia yang menarik tersebut, maka kemungkinan besar kita akan gagal fokus dalam mengerjalan hal-hal yang bernilai di hadapan Allah. Bahkan bukan tak mungkin kita akan berhenti sebelum mulai mengupayakannya. Karena itu, mata dan hati harus kita arahkan ke depan, pada kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi setiap orang yang setia.

Hal ini jugalah yang telah memberi kemampuan kepada Paulus ketika ia menghadapi aneka tantangan yang hebat dalam komitmennya melakukan hal-hal yang bernikai di hadapan Tuhan, dalam hal ini pekabaran Injil. Paulus menulis: “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Tim. 4:8)

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *