Godaan Untuk Menjadi Popular

Mengusai diri terhadap goadaan untuk menjadi popular memang sangat tidak mudah. Alih-alih menahan diri, banyak orang malah berebut kesempatan, bahkan tak segan melakukan apa saja demi mencapai popolaritas. Lihatlah layar kaca. Dan di sana kita akan menemukan orang-orang yang disebut atau menyebut diri pengamat, yang bersedia menjawab pertanyaan apa saja, tentang apa saja, dari bidang ilmu apa saja. Tak peduli jawabannya bermutu atau tidak, bidang keahliannya atau bukan. Yang penting menjawab dan menjadi terkenal.

Lihatlah media sosial. Dan di sana kita menemukan orang-orang yang berlomba menuliskan kisah-kisah suksesnya, capaian-capaiannya, kesempatan-kesempatan istimewa yang menghampirinya, karya-karyanya yang istimewa, pengorbanan-pengorbanannya, gagasan-gagasannya. Tak peduli apakah itu menjadi berkat atau menimbulkan goncangan. Yang penting dunia semakin percaya atas kehebatannya.

Terhadap kecenderungan seperti ini, rasul Paulus menasihatkan: “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! (2 Tim. 4:5).

Menjadi popular memang mendatangkan kenikmatan, dan sesungguhnya juga tidak apa-apa. Hanya, jangan sampai tergoda melakukan sesuatu sekadar untuk mencapai popularitas, apalagi menghalalkan segala cara dan mengabaikan dampaknya demi menjadi terkenal.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *