Ketika Harus Menoleh Ke Belakang

Ketika kita sejenak menoleh dengan jujur pengalaman perjalanan kita bersama Allah, maka kita segera menemukan bahwa masa lalu kita itu penuh dengan karya-karya Allah yang ajaib. Pertolongan demi pertolongan Tuhan berikan ketika menghadapi aneka tantangan bahkan ancaman. Berkat-berkat Dia curahkan melalui pekerjaan atau usaha atau perjumpaan kita dengan sesama.

Pengalaman iman seperti ini mestinya memberi kita keyakinan untuk menjalani hidup ini dengan lebih optimis, lebih berpengharapan. Kita tidak lagi grogi ketika harus menghadapi tantangan bahkan ancaman.

Sayangnya, ketika tantangan atau ancaman itu datang menyerang pada masa kini, banyak orang yang tidak lagi mengingat pengalaman ajaib bersama Allah di masa lampau. Banyak orang cenderung mengasihani diri dengan mengorek pengalaman gagal di masa lalu, memanggil kembali memori pengalaman pahit atau terluka. Ini, tak pelak, membuat limbung dan lalu kehilangan daya untuk menghadapi tantangan atau ancaman.

Menoleh masa lampau sebenarnya baik adanya. Dan supaya tolehan ke belakang itu mendatangkan berkat, pusatkanlah mata, bukan pada pengalaman pahit atau terluka, melainkan pada pertolongan atau penyelamatan yang telah Tuhan lakukan dengan berbagai cara dan melalui berbagai hal. Ini akan memberi kita kekuatan dan kemampuan menghadapi tantangan bahkan ancaman.

Karena itu ketika tantangan atau ancaman datang menyerang, hadapilah itu dalam keyakinan seperti yang Paulus miliki: “Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi.” (2 Kor. 1:10).

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *