Pernyataan WCRC mengenai Timur Tengah


Pernyataan WCRC mengenai Timur Tengah


Ditetapkan oleh Badan Pengurus WCRC pada 15 Mei 2015

 

Kami Badan Pengurus Persekutuan Sedunia Gereja-gereja Reform berhimpun di sini di Dhour Choueir Evangelical Conference Center di Lebanon di bawah tema: Allah Kehidupan, Tuntunlah Kami di Jalan Keadilan, Perdamaian dan Pendamaian-Mu.

Diinspirasi oleh kata-kata nabi Yesaya, kami berjuang untuk “disebutkan yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni” (Yes 58: 12) dan karena itu kami tidak menemukan tempat lain yang lebih tepat daripada di sini, di Timur Tengah.

Sebagaimana kami dengar dari saudara-saudari kami yang tinggal di jalan-jalan ini, tempat asal Kekristenan mengalami krisis, dan banyak jalan-jalannya rusak berat, dalam makna kiasan dan harfiah:

  • Seorang saudara dari Irak menyampaikan kepada kami bahwa dia harus menyimpan dokumen gerejanya di dalam mobilnya, karena tidak tahu kapan dia harus mengungsi dari kekuatan-kekuatan Islamik radikal.
• Seorang saudari dari Libanon mengemukakan mengenai orang Palestina yang hidup sebagai pengungsi sudah hampir 70 tahun, dan berkomentar bahwa ironis ketika melihat tembok-tembok dibangun di Israel/Palestina sementara yang di Berlin sudah diruntuhkan.
  • Sekalipun gereja-gereja dibakar, seorang saudara dari Mesir menyampaikan suatu kisah menggembirakan mengenai orang-orang Kristen dan Islam berdampingan mengupayakan perubahan – suatu simbol harapan di tengah-tengah perjuangan yang sedang berlangsung.
  • Seorang pekerja muda di wilayah itu mengangkat keprihatinan terhadap kaum muda, pada keamanan mereka sekarang dan pada pertanyaan apakah ada masa depan bagi mereka di sini.
  • Pekerjaan seorang saudara dari Siria telah berubah dari menulis khotbah ke menyediakan air bagi jemaatnya dan bagi banyak orang lain.

 

Tetapi semua kisah-kisah perjuangan ini barulah petunjuk pada suatu gambaran kompleks keadaan wilayah ini. Orang-orang Kristen di sini adalah murid-murid pertama gereja Antiokhia dan telah banyak menanggung derita selama dua ribu tahun kesetiaan mereka.

Secara historis orang-orang Kristen dan Muslim kadang-kadang hidup bersama dalam damai sebagai tetangga, menikmati dialog kehidupan dan berbagi nilai-nilai yang sama bagi kebaikan masyarakat mereka.

Kami sedih atas buruknya hubungan mereka, yang muncul dari gerakan-gerakan keagamaan radikal, dan kami mengungkapkan penyesalan mendalam terhadap cara agama dimanfaatkan untuk agenda-agenda politik.
Sampai sekarang, sekalipun jumlahnya makin kecil, orang Kristen di Timur Tengah tetap menjadi garam dan terang dalam masyarakat mereka.

Kami telah melihat bukti bahwa peran dan pengaruh mereka dalam masarakat jauh melampaui jumlah mereka. Para juru damai di wilayah itu, misalnya, umumnya lulusan sekolah-sekolah Kristen, terlepas dari agama yang mereka anut sekarang.
Kami merasa gembira oleh cara orang-orang Kristen Timur Tengah memperlihatkan kesantunan, keberanian dan keteguhan untuk tetap tinggal dalam masyarakat mereka. Wilayah ini akan sangat kehilangan tanpa kehadiran mereka sebagai unsur penting bagi Timur Tengah yang damai, adil dan dipulihkan.

Kami mendengar kisah-kisah ini dari saudara-saudari kami dan menyadari bahwa Timur Tengah demikian kompleks dan setiap negeri mempunyai konteksnya sendiri. Keadaan di satu negara bisa berbeda sama sekali dariyang lain.

Kedatangan kami ke sini memberi kami suatu kesempatan baru untuk mengungkapkan solidaritas kami dengan anggota-anggota kami di wilayah ini. Kami tidak ingin memandang ini sebagai suatu tindakan tunggal melainkan suatu awal dari komitmen yang diperbarui. Bagaimanakah kami sebagai suatu Persekutuan Sedunia Gereja-gereja Reform menyambut saudara-saudari kami di Timur Tengah?

Kami serukan pengakuan global terhadap penderitaan semua orang di Timur Tengah.

Kami serukan supaya kekerasan segera diakhiri di Siria dan berdoa supaya perdamaian menyebar seperti gelombang dari sini ke seluruh wilayah ini.

Kami mendesak para pejabat dan staf kami mempererat ikatan di antara gereja-gereja anggota kami di wilayah ini untuk memperkuat persekutuan mereka. 
Kami berjanji masing-masing untuk menceriterakan kisah-kisah saudara-saudari Timur Tengah kami ke dunia yang lebih luas. 
Kami mendorong gereja-gereja anggota untuk:

  • Untuk bergabung dengan kami dalam suatu rasa solidaritas yang baru dengan orang-orang Kristen Timur Tengah dan suatu komitmen jangka panjang pada kesejahteraan semua orang di wilayah ini.
  • Untuk mendengar secara baru kisah-kisah saudara-saudari, sebagai penolakan pada sikap menerima saja retorika media.
  • Menyambut para pengungsi sebagai sesama, bukannya memperlakukan mereka sebagai “orang lain”.
  • Untuk tidak mengabaikan atau membiarkan pemerintah masing-masing mengabaikan tempat-tempat banyak mengalami penderitaan, atau peran mereka membuat adanya tempat-tempat seperti itu.
  • Untuk menyuarakan kesejahteraan orang Kristen dan semua orang di wilayah ini, menentang kekerasan yang menciptakan kehancuran dan menista kemanusiaan.
• Untuk mendapat inspirasi dari saudara dan saudari di Timur Tengah yang memperlihatkan kasih Kristus dalam berhadapan dengan tantangan-tantangan maha berat dan panggilan mereka berkali-kali menderita. 
• Untuk hidup dan berdoa dalam semangat Yesaya 58: 6-12, yang mengatakan:

“Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”. [TB-LAI]
[Terjemahan oleh Zakaria J. Ngelow, WCRC-Indonesia, 
Jakarta, Hari Pentakosta, 24 Mei 2015]

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *