Uap Pedas

Bawang Merah. Foto: Sami Share.com

Pdt. Untari Setyowati,

Bertekun dalam iman, bagaikan seorang murid sekolah yang mendapat pekerjaan rumah.  Bila tak menyediakan waktu khusus, dan tak dikerjakan, alias mendisiplin diri, maka tak akan membuahkan hasil kerja.  Yang lebih berat adalah membuat diri disiplin, melawan godaan rasa malas dan enggan mengerjakan pekerjaan itu sendiri.

Terkadang Tuhan memberikan kejutan-kejutan kepada umat-Nya agar terus bertekun dalam iman. Seperti ketika kita mendengar ada saudara, kerabat, kenalan baik, atau aktifis, yang tiba-tiba dipanggil menghadap Tuhan. Sejenak kita akan tertegun hingga menangis, apalagi jika yang bersangkutan tak punya riwayat sakit.

Inilah kejutan yang membuat kita berhenti dari segala aktifitas untuk bergabung dengan keluarga yang sedang berkabung. Sama-sama terharu hingga meneteskan air mata dengan segala tanya mengapa, mengapa dia yang Tuhan hentikan tugasnya di dunia?

Kejutan Tuhan dalam bentuk duka, tentu akan dialami oleh banyak orang, karena bagi yang terlahir pastilah mengalami kematian.  Bukankah ini juga membutuhkan ketekunan iman dalam menggumuli pertanyaan, mengapa dia yang Tuhan pilih untuk berpulang? dan kita kemudian diingatkan dengan sederet kegiatan bersama saudara, kekasih hati kita, yang tentunya membangkitkan rasa haru.

Kejutan tersebut bagaikan uap pedas yang dihasilkan oleh bawang merah. Bawang merah, merupakan salah satu bumbu dapur untuk masakan cita rasa bumi pertiwi kita. Untuk dapat menikmati kelezatan bawang merah, prosesnya yang akan membuat tidak nyaman. Bagaimana tidak, setiap kali bawang merah diiris, akan membuat mata menangis….terasa pedas, hanya di mata.

Andai memakai alat bantu iris pun, bila wadah penampungnya dibuka, tetap saja uap bawang merah membuat mata menangis dan memerah. Namun tanpa bawang merah, citarasa masakan terasa ada yang kurang….Bahkan nasi putih pun bisa langsung dimakan hanya ditaburi bawang merah goreng yang baunya harum dan rasanya gurih…

Ada rasa enak yang dinikmati setelah merasakan uap bawang merah yang membuat mata menangis otomatis….yang dialami oleh pemasak pemula pun yang sudah berpengalaman. Uap pedas bawang merah akan menghilang dengan sendirinya. Begitu pula kejutan berupa duka yang datang, akan menghilang dengan sendirinya.

Rasa duka juga membutuhkan perjuangan dalam iman untuk bisa melewatinya dan mengatakan bahwa ada kelahiran, pasti ada kematian. ada permulaan pasti ada akhir. dan apa yang kita peroleh dari uap pedas duka? bukankah kita diingatkan akan kerentanan kita sebagai umat Tuhan?  Uap-uap pedas dalam bentuk bencana, kecelakaan hingga duka adalah bentuk kejutan-kejutan yang akan dialami oleh setiap umat.

Dan Tuhan memberikan kejutan-kejutan kepada umat-Nya agar terus bertekun dalam iman. tergoncang? pasti…..hanya dalam Tuhan kita akan diteguhkan. meski uap pedas kejutan itu hadir dalam hidup kita, senantiasa akan berlalu…datang dan berlalu lagi. 

Mari terus bertekun dalam iman, jangan goncang, karena disanalah ketekunan kita diuji. Tuhan senantiasa beserta kita.

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *